Jadi BPJS, Jamsostek siapkan program pangan hingga KPR

IlustrasiMenjelang bergabungnya Jamsostek menjadi satu tubuh Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS) mulai 1 Januari 2014, perusahaan pelat merah tersebut mengaku telah mempersiapkan beberapa program untuk menambah pelayanan nasabah asuransi pekerja tersebut.

Direktur Kepesertaan PT Jamsostek Junaedi mengatakan, pihaknya telah menyusun tiga prioritas terkait tugas dan kinerja jajaran direksi PT Jamsostek menjelang peleburan menjadi BPJS.

"Yang pertama, mengawal dan turut mempersiapkan peraturan pelaksana UU BPJS, baik berupa peraturan pemerintah, peraturan/keputusan presiden hingga peraturan menteri. Terutama terkait status dan operasional BPJS Ketenagakerjaan serta petunjuk pelaksana 4 program jaminan sosial, termasuk aspek teknis dan manfaatnya," terang Junaidi saat ditemui di Surabaya, Minggu (17/3).

Selain itu, peraturan turunan sebagai petunjuk pelaksanaan UU BPJS sangat penting. Untuk itu, Jamsostek akan proaktif mempersiapkan dan mendukung perumusan regulasi-regulasi tersebut, sehingga nantinya BPJS Ketenagakerjaan benar-benar siap beroperasi tahun depan.

"Selanjutnya yang kedua, berupaya mempersiapkan aspek teknis operasional dalam tiga hal, yakni kepesertaan, pelayanan, dan investasi (pengelolaan dana peserta). Persiapan pada aspek teknis ketiga hal ini diikuti perbaikan dalam pengelolaan data dan informasi, sumber daya manusia (SDM) serta manajemen risiko. Jamsostek harus memastikan tenaga kerja peserta mendapat manfaat yang optimal."

Selain santunan maksimal melalui program-program jaminan sosial yang diselenggarakan, juga ada manfaat tambahan melalui program dana peningkatan kesejahteraan peserta (DPKP) serta program kemitraan dan bina lingkungan (PKBL).

Jamsostek juga berupaya memastikan agar kebutuhan pekerja peserta bisa terpenuhi. Baik terkait tabungan hari tuanya, jaminan kesehatan serta pasokan pangan dan papan yang terjangkau. Di antaranya, program sembako murah untuk peserta Jamsostek serta optimalisasi pinjaman uang muka perumahan (PUMP) dan kredit pemilikan rumah (KPR) untuk pekerja menjadi prioritas untuk direalisasikan.

Bahkan, kata dia, untuk mendekatkan Jamsostek dengan tenaga kerja serta perusahaan. Jamsostek juga akan membangun cabang-cabang (gerai/outlet), baik berupa kantor cabang, kantor unit pelayanan, dan lainnya di 440 kabupaten/kota se Indonesia. Hal ini bertujuan untuk mempermudah akses tenaga kerja terhadap program jaminan sosial.

Dalam rangka mendukung realisasi pelayanan dan manfaat optimal untuk tenaga kerja tersebut, Jamsostek mengusung pola investasi atau pengelolaan dana peserta yang berkelanjutan. Aspek berkelanjutan ini mencakup keuntungan maupun pertumbuhan dana kelola.

Selain itu, pola investasi Jamsostek ke depan berorientasi pada penciptaan lapangan kerja secara langsung dan turut mendorong pertumbuhan ekonomi. "Oleh karena itu, jajaran direksi beserta seluruh karyawan akan mengubah Jamsostek menjadi institusi yang benar-benar mengedepankan pelayanan optimal untuk tenaga kerja di seluruh Tanah Air," sambungnya lagi.

Dalam hal ini, Jamsostek akan menjadi bagian BPJS yang kredibel, bersahabat, dan mudah diakses. "Untuk mendukung hal tersebut, Jamsostek akan memberikan pendidikan dan pelatihan tambahan atau lanjutan untuk karyawan, misalnya hingga meraih gelar S2, baik di perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri. Hal ini kita lakukan untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas sumber daya manusia Jamsostek."

Targetnya untuk menciptakan pelayanan maksimal dan mendorong manfaat optimal bagi pekerja peserta Jamsostek. "Sedangkan ketiga, melakukan komunikasi, koordinasi, dan sosialisasi terkait BPJS Ketenagakerjaan kepada seluruh pemangku kepentingan," papar Junaidi.

sumber: http://www.merdeka.com

Berita Tekait