Jamsostek Kedepankan Pelanggan

Ilustrasi: Pelayanan PT Jamkesmas Mengutamakan Pelanggan (sumber:http://koran-jakarta.com)JAKARTA - Seiring dengan peralihannya menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, PT Jamsostek (Persero) akan lebih mengedepankan customer atau pelanggan ketimbang produk. Pernyataan itu disampaikan Direktur PT Jamsostek (Persero) Elvyn G. Masassya, dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (13/2/2013).

Dia mengatakan hal itu saat customer gathering di Semarang yang dihadiri sedikitnya 250 perusahaan yang karyawannya merupakan peserta Jamsostek.

Kegiatan itu juga dilakukan dalam rangka memelihara hubungan antara PT Jamsostek dan perusahaan-perusahaan yang menjadi pesertanya. "Kami tidak lagi berorientasi produk, tetapi akan mengedepankan customer. Kami ingin lebih dekat dengan para customer," tutur Elvyn.

Pada kesempatan itu, dia memaparkan kesiapan PT Jamsostek untuk bertransformasi ke BPJS Ketenagakerjaan. Dikatakan, guna menuju penguatan pangsa pasar, Jamsostek terlebih dulu akan melakukan transformasi di berbagai bidang.

Pertama kali, PT Jamsostek akan melakukan transformasi di bidang kepesertaan. Langkahnya dengan memberikan kemudahan mendaftar menjadi peserta Jamsostek, dengan cara elektronik atau E-Registration.

Langkah kedua yakni transfromasi di bidang pelayanan, dengan menjadikan pelayanan secara elektronik yakni E-payment dan E-Claim. Terkait pelayanan, PT Jamsostek juga menargetkan lebih mendekatkan diri dengan konsumen. Upaya itu dilakukan dengan cara membagun outlet atau gerai di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia.

Disebutkan, PT Jamsostek akan membuka outlet di 497 kabupaten dan kota. Selain itu, berkomitmen akan menerapkan one day service atau pelayanan satu hari untuk pelanggan. "Tranformasi lainnya di bidang IT, investasi-keuangan, dan sumber daya manusia GCG," sebutnya. Langkah-langkah itu merupakan sebuah rangkaian tahap lanjutan.

Sebelumnya, lanjut dia, Jamsostek telah mengawal berbagai regulasi serta melakukan sosialisasi secara pasif, sehubungan dengan perlihan Jamsostek menjadi BPJS. Dengan demikian, pada 2014 kelak, Jamsostek akan menjadi badan umum publik. Sedang pada Juli 2015 akan diterapkan program pensiun."Visi kami adalah menjadi BPJS berkelas dunia terpercaya, bersahabat, unggul dalam operasional dan pelayanan," kata Elvyn.

Di bagian lain, Dirut Jamsostek ini juga menerangkan, sampai akhir 2012 tingkat kesertaan mencapai 11,3 juta peserta aktif dari total peserta 28,5 juta peserta.

sumber: http://www.pikiran-rakyat.com

Berita Tekait