Penyakit Katastropik Ditanggung Jamkesda

BerobatJAMKESDA memberikan bantuan jaminan kesehatan pada peserta Jamkesda dalam bentuk pelayanan untuk pengobatan, baik itu di puskesmas maupun di rumah sakit. Salah satu yang ditanggung adalah penyakit katastropik yaitu penyakit yang berbiaya tinggi dan secara komplikasi dapat terjadi ancaman jiwa yang membahayakan jiwanya.
Karenanya Jamkesda berusaha optimal memberikan bantuannya. Beberapa penyakit dibawah ini yang termasuk penyakit katastropik diantaranya, hipertensi (darah tinggi) yang berpotensi menjadi kronis dan berkomplikasi, misalnya, terjadinya stroke atau serangan jantung.

Penyakit kedua adalah penyakit jantung koroner yang membutuhkan penanganan komprehensif. Ada juga penyakit gagal ginjal kronis yang membutuhkan cuci darah permanen. Saat ini kasus cuci darah termasuk yang sangat tinggi pembiayaannya.

Termasuk pula penyakit per colesterol yang tinggi yang membutuhkan obat-obatan yang panjang. Selain itu diabetes mellitus (DM) atau kencing manis, dimana penderitanya membutuhkan untuk mengkonsumsi obat secara terus menerus.

Begitu juga dengan penyakit pasca stroke, lalu penyakit ganas lainnya seperti kanker, tumor dan lainnya. Termasuk penyakit infeksi yang serius, misalnya, hepatitis atau radang hati yang dapat menyebabkan sirosis atau penyakit tuberculosis paru yang memerlukan obat-obatan lama.

Plt Kepala UPTD Jamkesda dr Ismed mengatakan, penyakit diatas adalah jenis penyakit katastropik yang jika terjadi pada peserta akan mengakibatkan biaya pengobatan yang cukup besar. Inilah gunanya Jamkesda diluncurkan, untuk membantu masyarakat Samarinda dari keterpurukan karena kehabisan uang untuk berobat. Jamkesda yang menanggungnya.

Namun menurutnya, perlu juga masyarakat ketahui, ada juga yang tidak masuk dalam tanggungan Jamkesda. Salah satunya adalah persalinan, karena sudah ada program lain pemerintah yang menanggungnya, yakni Jampersal. "Dengan demikian, peserta hendaklah mengetahui secara dini kasus-kasus katastropik yang terjadi dan mewaspadainya. Dan dapat meningkatkan kesehatan pribadinya dengan meningkatkan promosi kesehatan dan prevensi kesehatan," katanya.

Berita Tekait